Wallahu’alam Bishowab Artinya? Ini Makna dan Hikmahnya!

Featured artikel template 640 x 480 px 2022 09 15t114650.848.jpg
banner 728x90

Wallahu’alam bishovab artinya Apakah Anda tahu apa artinya wallahu’alam bishovab? Kalimat ini akrab bagi umat Islam di mana pun.

Biasanya orang mendengar ungkapan ini ketika seseorang sedang memberikan ceramah atau memberikan nasehat.

Selain itu, orang juga biasanya membaca kalimat ini di artikel atau bacaan tentang Islam.

Tapi apa sebenarnya arti wallahu’alam bishovab? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Wallahu’alam Bishovab Apa artinya?

Wallahu'alam Bishovab Artinya
Sumber: google.com/social

Kalimat Wallahu’alam bishowab terdiri dari dua kata, yaitu Wallahu’alam yang berarti “hanya Allah yang tahu” dan kata Bishowab yang berarti “kebenaran”.

Jadi, ketika kedua kata ini digabungkan, valahu’alam bishawab berarti “Hanya Allah yang mengetahui kebenaran.”

Dapat dilihat dari pengertian di atas bahwa kalimat tersebut merupakan contoh kerendahan hati atau rendah diri.

Jika seseorang menyampaikan ilmu atau sesuatu yang baik dan orang tersebut mengakhiri kalimatnya dengan “wallahu’alam bishovab”, maka orang tersebut adalah orang yang rendah.

Wallahu’alam Bishovab Apa artinya? Ini waktu yang tepat untuk mengatakannya

Wallahu'alam Bishovab Artinya
Sumber: google.com/social

Kemudian, ketika Anda mengucapkan kalimat itu, pastikan Anda mengatakannya pada waktu yang tepat.

Kapan waktu yang tepat untuk mengucapkan kalimat ini? Berikut penjelasannya:

1. Untuk pertanyaan tentang sains

Pertama, waktu yang tepat mengucapkan kalimat Wallahu’alam bishowab adalah ketika kamu ditanya tentang ilmu tapi kamu tidak mengetahuinya.

Sebagaimana dijelaskan Imam Ahmad bin Hanbal sebagai berikut:

menjadi sehat

Artinya: “Wahai manusia, barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu, dan dia mengetahuinya, dia harus menjawabnya. Dan orang yang tidak mengetahui jawabannya, hendaklah dia mengucapkan “wallahu a’lam”, karena sebenarnya sebagian dari ilmu adalah kamu mengucapkan “wallahu a’lam” pada apa yang tidak kamu ketahui.

Dengan mengucapkan kalimat ini, berarti Anda dengan bijak mengatakan bahwa Anda tidak tahu tentang ilmu ini.

Karena banyak sekali orang yang tidak tahu apa-apa tapi bersikap seolah-olah tahu segalanya. Tindakan ini sama saja dengan berbohong dan arogan.

2. Katakan ini ketika Anda selesai memberikan fatwa.

Selain itu, kalimat Wallahu’alam bishowab juga diucapkan ketika para ulama selesai memberikan fatwa.

وإذا أجاب المفتي ينبغي أن يكتب عقب جوابه والله أعلم ونحو ذلك، وقيل في المسائل الدينية التي أجمع عليها أهل السنة والجماعة ينبغي أن يكتب والله الموافق، وأمثلة.

Artinya: “Dan ketika seorang ulama fatwa selesai memberikan fatwa tentang suatu masalah, dia harus menulis kalimat ‘Wallahu a’lam dan saudara-saudaranya’.” Disebutkan pula bahwa setelah menjelaskan pendapat yang disepakati para ulama Ahlusunna wal Jama’ah, tulislah kalimat Wallahul muwaffiq dan sejenisnya.”

Informasi di atas menunjukkan bahwa apa pun yang dikatakan para ilmuwan, hanya Allah yang mengetahui segalanya. Oleh karena itu, rendah diri sangat wajib bagi setiap orang untuk tidak sombong.

3. Ucapkan seperti akhir dari sebuah buku atau sebuah buku

Selain itu, kalimat ini juga banyak digunakan para ilmuwan sebagai penutup karya atau kita melakukannya.

Menurut Sulaiman bin Muhammad al-Bujairami, seorang ulama mazhab Syafi’i, hal ini dianjurkan sebagai bentuk kerendahan hati bagi para ulama, sekaligus sebagai upaya untuk menyampaikan kembali hakekat perkara kepada Allah. .

قال بعض من دعوى الأعلمية اهـ. Apa yang harus dilakukan untuk mengetahui apa yang harus dilakukan: وزعم بعض الحنفية لا ينبغي أن يقال ذلك. قيل مطلقا وقيل للإعلام بختم الدرس. ويرد بأنه لا إيهام فيه بل فيه غاية التفويض المطلوب

Artinya : “Sebagian guru mengatakan” (Menggunakan lafadz wallahu a’lam bish-shawab), seolah-olah penulis berusaha menjauh dari mazhab yang paling alim.

Al-‘Allamah Ibnu Hajar al-Haytami menjelaskan bahwa maksud dari persembahan kepada Wallahu a’lam adalah hanya Allah yang lebih tahu dari semua orang yang bertakwa.

Sebagian ulama madzhab Hanafi mengatakan bahwa tidak tepat (makrooh) menggunakan ungkapan demikian, sebagian mutlak, dan sebagian lagi mencelanya sebagai makruh bila dimaksudkan sebagai tanda selesainya bacaan.

Dan pendapat ini ditolak, karena tidak diragukan lagi bahwa dalam ungkapan Wallahu a’lam terdapat puncak ketaatan kepada Allah yang dianjurkan.

Demikian penjelasan lengkap tentang arti wallahu’alam bishovab dan waktu yang tepat untuk menggunakan kalimat ini. Semoga ini bermanfaat!

Untuk artikel islami menarik lainnya, kunjungi terus situs blog Evermos.

Anda juga bisa mendapatkan jutaan rupee hanya dengan menggunakan ponsel Anda dari kenyamanan rumah Anda.

Cukup sederhana untuk menjadi reseller Evermos dan daftar sekarang dengan mengklik tombol di bawah ini.

DAFTAR DI SINI SEKARANG

Please follow and like us:
Pin Share
banner 728x90
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *