Bisnis  

Wah Ada yang BARU: Perubahan Aturan KUR BRI 2023

Perubahan aturan kur bri 2023 terbaru 300x170.png
banner 728x90

Mengapa KUR BRI 2023 dibuka lebih lama dari bank lain di Himbar?

Beberapa calon debitur yang beberapa bulan lalu menantikan program KUR BRI mungkin memiliki pertanyaan yang sama. Pasalnya, KUR BRI baru dibuka pada 6 Maret tahun ini, dengan KUR BRI terbaru dan terakhir dibuka sebagai bank BUMN.

Hal itu ternyata karena adanya beberapa perubahan dan persiapan bank BRI untuk penyaluran CSD tahun ini. KUR BRI dikenal sebagai program pembiayaan usaha yang ramah UMKM, baik dari segi bunga, syarat, maupun kebijakan lainnya.

Apakah tahun ini juga sama? Lalu apa saja perubahannya? Calon debitur KUR BRI harus menyadari hal ini.

Baca Juga, KUR Himbara 2023 Sudah Dibuka, Yuk Daftar!

Permenko baru terkait Pedoman Pelaksanaan KUR

Singkatnya, penyebab lambatnya penyaluran KUR BRI tahun ini adalah karena adanya Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR yang dirilis pada Januari 2023.

Dari sisi suku bunga, dimana sebelumnya tidak ada konsep gradasi, pada tahun 2023 akan ada gradasi. Selain itu, ada juga beberapa penambahan persyaratan dokumen.

Dengan demikian, tidak hanya total alokasi yang meningkat dari Rp 370 triliun pada 2022 menjadi Rp 450 triliun. Kita juga harus siap menghadapi perubahan kebijakan.

Untuk lebih lengkapnya, yuk simak Detail Perubahan Polis KUR BRI 2023 ini sampai selesai!

1. Suku bunga

Kebijakan pertama yang diubah menyangkut suku bunga.

Bank BRI menerapkan suku bunga KUR yang berbeda. Selisih suku bunga ini tergantung plafon dan status debitur baru atau lama.

Aturan baru ini kabarnya dianggap menghambat KUR BRI tahun ini.

Nasabah KUR yang ingin mengambil KUR tahun ini dengan plafon kurang dari Rp10 juta akan dikenakan bunga hanya 3% per tahun.

Kemudian untuk nasabah baru KUR dengan plafon di atas Rp10 juta, bunga KUR sebesar 6%. Sedangkan untuk debitur lama yang akan mengajukan KUR untuk kedua kalinya akan dikenakan bunga sebesar 7%, kemudian dari 8% (ketiga kali) menjadi 9% (keempat kali dan seterusnya).

Asep Nugraha Sukma resmi mengumumkan hal tersebut. Wakil Presiden Manajemen Penjualan Mikro Bank BRI pada acara Maritime Talk di Youtube KKP.

2. Persyaratan pengajuan CSD BRI 2023

Bank BRI telah menyerahkan seluruh dokumen yang harus dilampirkan saat mengajukan KUR. Dokumen-dokumen ini termasuk kartu identitas, kartu keluarga, surat nikah, dan izin usaha.

Nah, ternyata di tahun 2023 ini, sesuai Keputusan Menteri Koordinator Nomor 1 Tahun 2023, Bank BRI menambahkan aturan pelekatan BPJS Ketenagakerjaan kepada debitur yang mengambil KUR di atas Rp100 juta.

Diharapkan dengan kondisi tersebut, sistem asuransi dapat memberikan kemudahan (hingga 42 juta rupiah), khususnya bagi peserta bisnis super mikro. Misalnya, jika Anda membutuhkan modal bisnis, tutupi utang lain atau ekspansi bisnis.

Selain itu, Bank BRI juga mensyaratkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) bagi debitur yang ingin menerbitkan pinjaman dengan plafon lebih dari Rp50 juta.

Untuk mengajukan KUR berikutnya, nasabah lama harus melunasi pinjaman sebelumnya. Jadi yang belum bayar jangan mengandalkan CSD 2023.

Baca Juga, Pembayaran CSD 2023 Susah? Demikian disampaikan Direktur Usaha Mikro BRI!

penutup

Pengumuman pembukaan KUR BRI tentu membuat banyak peserta UMKM yang telah menunggu bergembira. Namun jangan lupa untuk memperhatikan perubahan aturan yang diumumkan.

Diharapkan setelah KUR berhasil dibayarkan, setiap peserta UMKM dapat mengembalikannya sesuai dengan batas waktu yang telah disepakati. Karena akan mempengaruhi keberlangsungan program ini kedepannya.

Jika ada masalah, BRI biasanya membuka ruang diskusi bagi para debitur. Jadi cobalah untuk berkomunikasi secara normal.

Demikian beberapa perubahan kebijakan KUR BRI tahun 2023. Semoga pengajuan KUR Anda lancar.

Please follow and like us:
Pin Share
banner 728x90
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *