Bisnis  

Petani Dilatih Manfaatkan Smart Farming dan KUR

Petani dilatih manfaatkan smart farming dan kur 768x512.png
banner 728x90

Promosi UKM di sektor pertanian tampaknya semakin terlihat. Menyusul digitalisasi KUR oleh KB Bukopin dan PT INTI, Kementerian Pertanian kini juga melatih petani untuk memanfaatkan Smart Farming dan KUR.

Setelah banyak usulan dari berbagai pihak, akhirnya Kementerian Pertanian (Kementan) mengusulkan kepada petani untuk mengelola daur ulang sekaligus smart farming.

Hal ini dilakukan untuk mendorong pengembangan pertanian yang dapat menghasilkan produk pertanian dengan nilai jual yang tinggi.

Dan ini merupakan salah satu strategi yang diterapkan Kementerian Pertanian: Penguatan kapasitas tenaga pertanian melalui program Layanan Dukungan Kewirausahaan Muda (YA).

Apa itu program YESS dan bagaimana pelatihan smart farming dan KUR diselenggarakan? Yuk, simak selengkapnya sebelum selesai!

CSD sektor pertanian

Sektor pertanian memang menjadi sektor penting yang menopang industri dan perputaran ekonomi di Indonesia hingga saat ini.

Hal ini mempengaruhi tidak hanya kepuasan konsumsi, tetapi juga sektor pertanian, serta kesehatan dan lapangan kerja.

Hingga 19 Agustus 2022, diketahui hingga Rp 79,3 triliun dari target Rp 90 triliun telah dikucurkan untuk anggaran KUR pertanian.

Dengan demikian, tahun ini alokasi KUR untuk sektor pertanian tahun 2023 dikabarkan mencapai Rp 100 triliun.

Porsi kredit bermasalah di sektor ini juga relatif rendah selama periode CSD. Artinya, sampai saat ini petani Indonesia sudah mampu mengelola produktivitas pertaniannya.

Baca juga: 100 Triliun Rupiah Alokasikan KUR Pertanian 2023! Siap mendaftar?

Milenial Menjadi Progresif Pertanian

Menteri Pertanian Syahrul Yassin Limpo menjelaskan, kemajuan pertanian sebenarnya didukung oleh generasi milenial.

Hal ini dikarenakan generasi milenial memiliki keinginan yang sangat kuat untuk berinovasi.

Misalnya dalam penerapan cara-cara baru dalam mengelola pertanian guna mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Dalam program pelatihan agribisnis Tanam Cerdas dan KUR, Mentan Syahrul mengatakan, “Generasi Z juga harus mengikuti perkembangan zaman, harus berani menjadi petani modern atau menciptakan start-up pertanian.”

Program Pelatihan Smart Farming dan KUR Agribisnis untuk Petani Milenial. Program dilaksanakan di Pusat Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Perbanyakan dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (BPSDMP) juga angkat bicara mengenai kerjasama antara smart farming dan KUR.

Dimana modal KUR akan memacu produktifitas petani. Sementara itu, teknologi smart farming juga akan mendukung nantinya. keberlanjutan sektor agrikultur.

“Dalam membangun agribisnis, selain mengandalkan inovasi teknologi era 4.0 dan smart farming, kita juga harus memiliki KUR sebagai modal untuk menggerakkan roda pembangunan agribisnis kita,” kata Dedi.

Baca Juga: KUR BRI 2023 Tolak 5 Bisnis Ini! Apa pun?

Pengembangan pertanian cerdas

Smart farming adalah sistem pertanian berbasis teknologi yang dapat membantu petani meningkatkan hasil panen baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Dengan demikian, efisiensi biaya dan waktu produksi juga dapat meningkat.

Pengembangan smart farming bagi petani milenial akan dilakukan melalui kegiatan pendampingan pasca belajar.

Ini akan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan bahwa peserta didik menggunakan teknologi untuk mencapai tujuan utama. Yakni, mewujudkan usaha agribisnis modern yang produktif berbasis smart farming.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian Idha Vidi Arsanti menuturkan detail pelatihan ini.

Pertanian Cerdas Agribisnis dan KUR Batch 1 melibatkan 45 peserta dari empat provinsi YESS di Indonesia. Pelatihan ini akan berlangsung selama 8 hari yaitu 11-18 Maret 2023.

“Ajang pelatihan agribisnis smart farming ini merupakan upaya untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan milenial dengan mendorong dan mengembangkan ekosistem pertanian digital (IoT) dari hulu hingga hilir,” kata Idha Vidi.

Idha Vidi juga menjelaskan bahwa selama pelatihan, peserta mendapatkan materi pembelajaran dari fasilitator dari vidyaisvara, cendikiawan dan praktisi. Diharapkan peserta mampu meningkatkan kapasitas sekaligus menerapkan smart farming dengan akses pendanaan dari KUR.

penutup

Sebagai negara agraris, sektor pertanian harus lebih diperhatikan. Terutama dalam hal teknologi dan prasyarat yang diperlukan.

Kami berharap program-program yang sedang dilakukan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Indonesia.

Please follow and like us:
Pin Share
banner 728x90
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *