Modul P5 Spensapus – Batik Ciprat Sibory (Untuk Fasilitator dan Murid)

Screenshot 641.jpg
banner 728x90

Modul Spensapus P5 – Batik Ciprat Sibory (untuk fasilitator dan siswa)

Di antara Guru.com. Di sini kami berbagi Modul proyek “Penguatan Profil Mahasiswa Pancasila” P5 Spensapus – Batik Ciprat Sibory (untuk fasilitator dan mahasiswa).

Modul Spensapus P5 – Batik Sibora Sibora Ini merupakan salah satu modul proyek yang disusun oleh Tim Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila (P5) SMA Negeri 1 Pringapus (Spensapus) Kabupaten Semarang.

Modul P5 Batik Ziprat Sibory Ini adalah panduan bagi kelompok fasilitator dan siswa untuk mengembangkan Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila di SMA Negeri 1 Pringapus.

Modul proyek Batik Ciprat Sibory didistribusikan terdiri dari modul proyek untuk fasilitator dan modul proyek untuk siswa.

Contoh modul proyek Ini untuk membantu para pendidik yang membutuhkan bimbingan atau inspirasi ketika merencanakan proyek penguatan profil siswa Pancasila.

Modul proyek memperkuat profil mahasiswa Pancasila adalah dokumen yang memuat tujuan, tonggak, perangkat pembelajaran, dan penilaian yang diperlukan untuk melaksanakan Proyek Profil Pembelajar Pancasila.

Pendidik memiliki kemampuan untuk membuat sendiri, memilih dan memodifikasi modul proyek profil tersedia sesuai dengan konteks, karakteristik dan kebutuhan peserta didik.

Pemerintah juga memberikan contoh modul proyek penguatan profil mahasiswa pancasila yang dapat dijadikan inspirasi bagi satuan pendidikan.

Dinas pendidikan dan guru bisa berkembang modul proyek profil sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik, memodifikasi dan/atau menggunakan modul P5 yang disediakan oleh pemerintah, sesuai dengan karakteristik daerah, lembaga pendidikan dan peserta didik.

Komponen Modul Proyek

Modul proyek dilengkapi dengan komponen-komponen yang menjadi dasar proses penyusunan dan diperlukan untuk kelengkapan pelaksanaan pelatihan.

Modul Proyek terutama terdiri dari komponen-komponen berikut.

1. Profil modul

A. Topik dan nama topik atau modul

B. Fase atau level target

V . Durasi aktivitas

2. Tujuan

A. Mencocokkan dimensi, elemen, sub elemen dari profil mahasiswa pancasila yang menjadi tujuan dari proyek profil.

B. Bagian prestasi memuat rumusan kompetensi sesuai dengan jenjang pendidikan (untuk pendidikan dasar dan menengah).

3. Aktivitas

A. Profil umum proyek.

B. Penjelasan rinci tentang tahapan kegiatan dan evaluasinya

4. Evaluasi

Alat pengolah evaluasi untuk menyimpulkan pencapaian profil proyek

Tim fasilitator bebas mengembangkan komponen-komponen dalam modul profile project, menyesuaikan dengan lingkungan sekolah dan kebutuhan siswa.

Modul dapat diperkaya dengan menambahkan komponen berikut.

1. Deskripsi singkat tentang proyek profil.

2. Ajukan pertanyaan untuk memancing diskusi atau eksplorasi siswa.

3. Alat, bahan dan alat peraga yang harus disiapkan.

4. Tautan pendukung

Tahapan pengembangan modul proyek profil

Satuan pendidikan dapat menentukan pilihan modul pengembangan proyek profil sesuai dengan tingkat kesiapan (sesuai kondisi dan kebutuhan) sebagai berikut.

Tahap awal

Penggunaan modul proyek profil yang ada: adaptasi modul dengan kondisi sekolah.

Tahap pengembangan

Menggunakan Modul Proyek Profil Yang Ada: Memodifikasi beberapa bagian modul, baik dari segi topik, tujuan, kegiatan, dan penilaian, agar lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa.

stadium lanjut

Desain mandiri modul proyek: kompilasi modul proyek inti dari tahap pemilihan topik dan tugas hingga pengembangan diri kegiatan dan penilaian.

Baca: Panduan Proyek Profil Mahasiswa P5 Pancasila Tahun 2022 Revisi

Modul Spensapus P5 – Batik Sibora Sibora

Berikut adalah ikhtisar singkat Modul proyek Batik Ciprat Sibory disusun oleh tim P5 di SMA Negeri 1 Pringapus.

Subjek : Batik Tsiprat Sibori

Tema: Kewirausahaan

Fase: D

Waktu yang diberikan: 12 x 6 JP (72 JP)

Modul proyek Batik Ciprat Sibory

A. Rasional

Batik Tsiprat Sibori merupakan bentuk penemuan baru dalam pembuatan batik yang semula diajarkan kepada anak berkebutuhan khusus. Batik Tsiprat Sibori mengenalkan anak berkebutuhan khusus agar mereka dapat membatik dengan mudah dan senang dengan alat dan bahan yang sederhana.

Batik Tsiprat Sibori merupakan salah satu motif batik yang unik. Menurut catatan sejarah, batik Tsiprat Sibori awalnya dikembangkan di Semarang pada tahun 1912. Namun kini Batik Tsiprat Sibori sudah terkenal di daerah lain di luar Semarang, seperti Batik Tsiprat Sibori Trenggalek dan Batik Tsiprat Sibori Banyumasan.

Sebagai salah satu budaya luhur bangsa, sudah sepatutnya batik ciprat sibori dikenalkan kepada generasi muda. Oleh karena itu, Tim Proyek Profil Siswa Pancasila 1 di SMA Negeri 1 Pringapus berencana untuk menyelenggarakan proyek pembuatan batik Ciprat Sibory yang disebut Batik Ciprat Sibory.

Proyek ini akan dilaksanakan untuk siswa kelas 7 (tujuh) SDN 1 Pringapus tahun pelajaran 2022/2023. Batik Tsipra Sibori yang semula sederhana (halus), seiring perkembangan motif batik semakin beragam.

Untuk itu Proyek Penguatan Profil Mahasiswa Pancasila 1 ini akan mempraktekkan tiga corak batik tsipra sibori, yaitu: batik tsipra sibori sederhana, batik tsipra sibori bermotif, dan batik tsipra sibori bermotif Gedongsongo. .

B. Tujuan Proyek

Tujuan khusus dari proyek yang sedang berjalan ini adalah untuk mengubah dan memperkuat karakter siswa terutama dalam aspek gotong royong, kreativitas, berpikir kritis dan kemandirian.

Meskipun tujuan dari proyek produksi Batik Tsiprat Siboriyaitu bentuk kontekstualisasi tujuan yang ingin dicapai dalam kerangka proyek, sebagai berikut.

1. Untuk membentuk kesadaran kolektif siswa untuk kerja yang efektif dan pencapaian tujuan bersama.

2. Menumbuhkan karakter siswa yang menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong dan gotong royong.

3. Meningkatkan kecintaan terhadap budaya bangsa dengan melestarikan karya nusantara.

4. Meningkatkan kemampuan siswa dalam menggali dan mengungkapkan pikiran dalam bentuk karya berupa Batik Tsiprat Sibori.

5. Menumbuhkan kemampuan, minat dan pengembangan diri di bidang kewirausahaan.

C. Tahapan proyek

Secara umum, proyek ini dilakukan dalam empat fase, yaitu fase pengenalan, fase kontekstualisasi, fase aksi, dan fase tindak lanjut.

1. Tahap pengenalan: Pengakuan batik sebagai salah satu budaya luhur bangsa

Bentuk kegiatan:

A. Penjelasan umum proyek batik Ciprat Sibory dari tim proyek dan konsultan.

B. Penyusunan proposal proyek pembuatan batik Tsiprat Sibori.

2. Tahap kontekstualisasi: Kontekstualisasi penciptaan Batik Ciprat Sibory

Bentuk kegiatan:

A. Mengidentifikasi sumber pengetahuan tentang pembuatan batik sibori dari buku dan internet.

B. Penjelasan dan demonstrasi pembuatan Batik Ciprat Sibory dari konsultan.

V . Persiapan alat dan bahan pembuatan batik sibora tsiprat.

3. Langkah tindakan: Implementasi produksi Sibora Batik Cyprate

Bentuk kegiatan:

A. Pertunjukan batik Tsiprat Sibora secara berkelompok.

B. Evaluasi formatif produksi Batik Cyprat Sibori (subyek kerjasama).

4. tahap refleksi dan mengikuti Melanjutkan : Tumbuh kemampuan dan minat mahasiswa dalam bidang kewirausahaan melalui pemasaran produk Batik Ciprat Sibory

Bentuk kegiatan:

A. Refleksi kegiatan berupa tanya jawab

B. Pembuatan laporan produksi Batik Tsiprat Sibori (Perkiraan sumatif)

V . Pameran produk Ciprat Sibory Batik

D. Cara menggunakan modul

Proyek ini dilaksanakan dalam 12 (dua belas) kali pertemuan. Dalam proyek ini, penguatan profil mahasiswa Pancasila dilakukan melalui 4 (empat) tahapan yaitu: pengenalan, kontekstualisasi, tindakan, refleksi dan tindak lanjut. Model pembelajaran dalam proyek ini giat belajar. bahwa guru berperan sebagai fasilitator dan lebih memperhatikan interaksi dan kerjasama siswa.

Untuk memperbaharui pemahaman bersama yang diberikan oleh siswa, pada akhir proyek siswa diminta untuk menulis laporan produksi. Batik Tsiprat Sibori berdasarkan pengalaman belajar.

Catatan Moderator:

1. Memastikan bahwa setiap tindakan yang dilakukan berkontribusi pada pencapaian tujuan proyek, yaitu empat sub-elemen dan kompetensi Profil Mahasiswa Pancasila yang telah diuraikan sebelumnya.

2. Pastikan untuk keperluan penelitian mahasiswa, mahasiswa mengambil referensi dari sumber resmi. Saat mengambil informasi dari Internet, pastikan itu berasal dari situs web tepercaya, seperti lembaga pendidikan resmi atau outlet media tepercaya.

3. Jumlah jam pelaksanaan proyek ini telah disesuaikan dengan kebutuhan manajemen waktu proyek.

4. Pelaksanaan proyek ini telah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sekolah, namun tetap mengacu pada capaian profil siswa pancasila.

Modul proyek Batik Ciprat Sibory Keterangan lengkap dapat diunduh dari tautan berikut.

1. Modul proyek Batik Ciprat Sibory (untuk fasilitator)

Modul proyek Batik Ciprat Sibory

unduh

2. Modul proyek Batik Ciprat Sibory (untuk mahasiswa)

Modul proyek Batik Ciprat Sibory

unduh

Hanya itu yang bisa kita bicarakan Modul proyek Batik Ciprat Sibory. Semoga bermanfaat untuk membantu tim P5 di dinas pendidikan yang sedang mempersiapkan modul proyek.

Please follow and like us:
Pin Share
banner 728x90
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *