Bisnis  

KUR BRI 2023 Tolak 5 Jenis Usaha Ini! Apa Saja?

Kur bri 2023 tolak 5 jenis usaha ini.png
banner 728x90

KUR BRI 2023 dibuka mulai 6 Maret. Namun, dilaporkan ada beberapa jenis usaha yang pengajuan KUR-nya akan ditolak.

Di Indonesia, terdapat berbagai jenis usaha UKM. Namun, tidak semua jenis usaha dapat disetujui untuk mengajukan KUR. BRI memiliki kebijakan menolak pengajuan KUR untuk beberapa bidang usaha.

Tahun ini, BRI berencana mengalokasikan dana untuk KUR sebesar Rp270 triliun. Diharapkan dengan 3 jenis KUR yaitu KUR Mikro, KUR Kecil, dan KUR TKI, KUR dapat membantu badan usaha untuk mengembangkan usaha/usahanya.

Namun dana sebesar itu tidak akan bisa mengalir menjadi pinjaman modal untuk 5 jenis bidang usaha tersebut. Penasaran jenis usaha apa saja dan kenapa jenis usaha tersebut ditolak? Baca artikel sampai akhir!

Baca Juga: Wah Ada yang BARU: Aturan KUR BRI Berubah 2023

1. Pengumpul sampah

Sebelumnya, jenis usaha ini dapat dicakup oleh CSD BRI. Namun, saat ini usaha yang mengumpulkan barang bekas atau barang bekas tidak bisa lagi menerima KUR dari bank BRI. Mengapa?

Hal ini karena harga barang dalam bisnis barang bekas tidak tetap. Bahkan, harganya relatif turun.

2. Dropshipper online

Jenis bisnis kedua yang akan ditolak pengajuan KUR adalah dropshipper online. Satu jenis usaha tidak dapat menerima KUR BRI 2023 karena tidak memenuhi persyaratan.

Karena salah satu syarat pengajuan KUR adalah ketersediaan barang di lokasi usaha, sedangkan sistem dropshipping tidak. Biasanya, dropshipper hanya memasarkan, tidak menyediakan stok.

Namun, tidak sedikit dropshipper yang berhasil upgrade dan akhirnya menjadi reseller. Jadi bagi anda yang masih menjadi dropshipper jangan berkecil hati dan teruslah berusaha untuk menjadi reseller/stok di kantor anda dan ajukan KUR!

Baca Juga, KUR Sulit Dijangkau UKM di 2023, Ini Alasannya!

3. Youtuber

Pengajuan KUR BRI 2023 ditolak bagi Anda yang berkecimpung dalam bisnis pembuatan konten digital seperti YouTuber. Ini adalah salah satu jenis bisnis online yang tidak bisa mengajukan KUR dengan Bank BRI tahun ini.

Alasannya sama dengan para dropshipper online yang tidak memiliki stok di tempat kerjanya.

Hmm… ini bisa menjadi dilema nyata bagi politisi KUR.

Karena pada dasarnya content creator tidak menjual produk berupa barang, melainkan ide dan jasa (bila disetujui). Saat ini banyak juga content creator yang sukses dan mampu menghasilkan.

Namun di sisi lain, di Indonesia, bahkan di negara maju sekalipun, profesi/bisnis ini masih sering diragukan. Bagaimana menurutmu?

4. Usaha penggalian/pertambangan

Bidang usaha keempat yang tidak bisa mengajukan KUR BRI tahun ini adalah usaha pemanfaatan lingkungan seperti penggalian atau pertambangan.

Jenis usaha ini tidak dapat ditanggung oleh KUR BRI 2023 karena isu kerusakan lingkungan. Selain itu, jenis usaha ini juga dianggap sebagai usaha yang tidak stabil.

5. Kontraktor

Nah jenis usaha terakhir yang tidak dicover oleh KUR BRI adalah kontraktor. Sebab, kontraktor bukan tergolong UMKM, melainkan sudah menjadi perusahaan besar.

Namun, kontraktor dapat mengajukan pinjaman usaha kepada Bank BRI melalui program selain KUR.

Baca Juga, Rp 1 Triliun Bisa Dibayar Per Hari dengan Digitalisasi KUR dengan BRISPOT 2023.

penutup

Di balik setiap kebijakan pasti ada pertimbangan. Apakah menurut Anda kebijakan ini sudah tepat atau perlu ditinjau kembali?

Misalnya dalam bidang bisnis online seperti dropshipper atau content creator. Bidang usaha ini tidak termasuk dalam UMKM yang berhak mendapatkan KUR BRI. Padahal saat ini banyak anak muda yang serius menggeluti bidang online dan sangat membutuhkan dukungan finansial.

Ini dia beberapa bisnis yang tidak bisa dicover oleh KUR BRI 2023. Apakah bisnis ini termasuk?

Please follow and like us:
Pin Share
banner 728x90
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *