Berita  

Ferry Irwandi Bicara soal Pendidikan, Sebut Ada Hubungannya dengan Kemampuan Berpikir Kritis

Ferry Irwandi Bicara soal Pendidikan, Sebut Ada Hubungannya dengan Kemampuan Berpikir Kritis
Ferry Irwandi mengajak kita berefleksi: pendidikan bukan sekadar gelar atau capaian individu, melainkan amanah sosial untuk memberi manfaat nyata dan menjembatani perbedaan. Bagaimana menurutmu?
banner 728x90

SUMATRA, Indexindonesia.com – Influencer, Ferry Irwandi menjadi sosok yang sedang hangat diperbincangkan oleh sebagian publik Tanah Air setelah dirinya melakukan aksi kemanusiaan bagi para korban bencana di Sumatera.

Bagi yang belum tahu, sebelumnya Ferry telah menyalurkan donasi senilai Rp10 miliar untuk para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

Influencer itu menyebut aksinya sebagai ‘warga bantu warga’ dan menilai hal tersebut dilakukan hanya untuk membantu sesama masyarakat di Indonesia.

Tak ayal, aksi kemanusiaan yang dilakukan Ferry telah menginspirasi publik yang mengikuti pengembaraannya di Tanah Sumatera pada Desember 2025 lalu.

Terkini, Ferry menyoroti hal yang tidak kalah penting untuk menjadi perhatian publik di Tanah Air sebagai refleksi diri pada awal tahun 2026 ini.

Hal tersebut, yaitu terkait pendidikan. Ferry menilai, pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk posisi sosial seseorang di tengah masyarakat.

“Oleh karena itu, menjadi masyarakat terdidik bukan semata-mata sebuah capaian individual, melainkan amanah sosial yang membawa tanggung jawab intelektual,” kata Ferry dalam unggahan Instagram @irwandiferry, pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Lantas, apa saja poin-poin penting yang disorot Ferry Irwandi? Berikut ini ulasannya.

Memberikan Manfaat Nyata

Dalam pernyataannya, Ferry menuturkan, masyarakat terdidik memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang dimilikinya tidak berhenti sebagai prestasi personal, tetapi hadir sebagai kekuatan yang memberi manfaat nyata bagi kehidupan bersama.

“Pengetahuan memperoleh makna tertingginya ketika ia mampu menjawab persoalan sosial, memperbaiki kualitas hidup, dan membuka jalan bagi keadilan,” terangnya.

Pada bagian masyarakat yang majemuk dan tidak setara, Ferry menilai tanggung jawab utama kelompok terdidik adalah memperluas akses pemahaman.

“Pendidikan seharusnya tidak menciptakan jarak, melainkan menjembatani perbedaan,” ungkapnya.

“Mereka yang memiliki keistimewaan akses terhadap ilmu dituntut untuk berbagi, menerjemahkan, dan mempermudah, agar pengetahuan dapat menjadi milik bersama, bukan alat eksklusivitas,” sambung Ferry.

Hubungannya dengan Berpikir Kritis

Lebih dari itu, Ferry menyoroti, masyarakat terdidik memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas ruang publik.

“Dengan kemampuan berpikir kritis yang dimilikinya, mereka diharapkan mampu meluruskan disinformasi, menenangkan perbedaan,” jelas Ferry.

“Serta mendorong dialog yang rasional, beradab, dan berlandaskan fakta,” imbuhnya.

Ferry mengungkapkan, dalam situasi sosial yang kompleks, suara kaum terdidik seharusnya menjadi sumber kejernihan.

“Pada akhirnya, pendidikan harus selalu berjalan seiring dengan integritas,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Ferry menjelaskan tanggung jawab masyarakat terdidik tidak hanya terletak pada kecakapan berpikir, tetapi juga pada keteladanan sikap, kejujuran intelektual, dan keberpihakan pada kepentingan publik.

“Kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari jumlah orang terdidiknya, tetapi dari sejauh mana kelompok terdidik tersebut bersedia memikul tanggung jawab sosialnya,” sebut Ferry.

“Pendidikan menemukan maknanya yang sejati ketika ia digunakan untuk membangun masyarakat yang lebih adil, beradab, dan bermartabat,” tandasnya.

 

Red/Hr

banner 728x90
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!