Dalam drama “Berapa Persentase Kemajuan?” yang tayang di Viu, benar-benar memperlihatkan betapa April menderita (Michelle Ziudit) akibat ulah atasannya yang sewenang-wenang, Pak Devanggi atau Pak De (Umar Daniel).
Tapi penderitaan April di kantor agak terobati oleh persahabatannya dengan geng Hebringer. Teman dekat April adalah Naufal (Taring Alfian), Sheila (Aulia Deas), dan anding (Kia Poetri).
Ketiga anggota geng Hebringer ini bukan hanya rekan kerja April, melainkan sahabat yang saling menderita yang ingin saling membantu menghindari hukuman Pak De.
Berbagai aksi solidaritas telah mereka tunjukkan demi bertahan bersama di kantor.
Berikut beberapa bukti kesetiaan rekan-rekan April.
Sejuta alasan untuk April
Sebagai anak sulung dan tulang punggung keluarga, April sangat sibuk sehingga beberapa kali harus keluar kantor untuk urusan pribadi. Nah, saat itulah geng Hebringer sangat terpuji. Mereka memata-matai keadaan kantor dan Pak De untuk bulan April. Ketika Pak De bertanya di mana April, mereka langsung mulai berbohong, yang membuat Pak De curiga.
Bahkan ketika April datang terlambat, mereka semua membantu dengan melaporkan keadaan kantor melalui telepon. Sepanjang piknik sekolah di bulan April, geng Hebringer terus melapor kembali. Dimulai dari apa yang dilakukan Pak De dan apa jabatannya. Jadi, ketika Pak De menanyakan di mana April, Anding menjawab bahwa April adalah bagal dan buang air besar di pom bensin. Meskipun membingungkan, itu bekerja dengan baik.
Bantu aku
Jika di kantor lain, maka semua orang akan menjadi individualis, tetapi tidak di kantor ini. Terutama geng Hebringer yang selalu siap membantu satu sama lain dalam pekerjaan teman-temannya. Hal itu terlihat ketika April bertugas mencari surat kontrak klien. Jadi, Pak De memerintahkan April untuk membawa surat kontrak untuk salah satu klien. Padahal April yakin surat itu ada di kantor Pak De.
Akhirnya, April mencoba mencari surat itu di gudang berkas. Ketika April kewalahan, Sheila tiba-tiba datang dan mengatakan bahwa sejak pekerjaannya selesai, dia menawarkan untuk membantu April. Kemudian keduanya mengobrak-abrik tempat penyimpanan berkas, namun juga tidak menemukan surat kontrak.
Setelah mereka kembali ke meja, mereka mengetahui bahwa Pak De sudah memiliki kontrak. April yang kaget sekaligus kesal langsung berteriak. Sekali lagi, Sheila dan gengnya menyemangati April agar tetap tenang.
April yang gelisah
Geng Hebringer adalah kekhawatiran terbesar April di tempat kerja. Ketika April terlambat masuk kerja, mereka langsung menelepon untuk menanyakan lagi di mana April dan memikirkan bagaimana cara menyelamatkannya dari hukuman Pak De.
Kemudian, ketika April pingsan, keluarga Hebringer sangat khawatir sehingga mereka menunggu April kembali dari rumah sakit dan menceritakan kisahnya. Mereka terkejut ketika mendengar Pak De menyuruh April bekerja lembur meski sedang sakit. Mereka juga meminta maaf karena tidak bisa menemani lembur April. Meskipun ini bukan tanggung jawab mereka.
Kemudian, ketika mengetahui bahwa April yang telah berhenti tidak akan bekerja di kantor baru, geng Hebringer pun panik. Mereka kemudian mencoba beberapa cara untuk membantu April. Termasuk mencari lowongan di lingkaran pertemanan.
Cintai keberadaan April
Satu hal yang pasti, geng Hebringer sangat menyukai kebersamaan April. Ketika dia pensiun dan mencoba bekerja di tempat lain, dia sangat dirindukan oleh teman-temannya. Saat makan malam tiba, mereka sedih karena Hebringer tampak sendirian dan sedikit tanpa April. Mereka bahkan mencoba menghubungi April untuk melihat bagaimana keadaannya.
Ketika mereka mengetahui bahwa April akan bekerja di kantor yang sama lagi, para Hebringer sangat gembira. Mereka juga memberi April gagasan bahwa alasan Pak De membuat April kesal adalah karena dia mencintai April. Karena itu, mereka mendesak April untuk membuat dirinya betah di kantor dan tidak berhenti lagi.
Ingin melihat keseruan persahabatan geng Hebringer yang mengingatkan kita pada kehidupan kantor? tonton saja dramanya Progres Berapa persen? hanya di Vue!