Penyaluran KUR pertanian sejauh ini dinilai berhasil, dengan rencana pemerintah menambah alokasi menjadi Rp 100 triliun. Apakah Anda siap untuk mendaftar?
Menteri Pertanian Syahrul Limpo mengatakan keberhasilan program KUR juga telah diakui oleh Bank Dunia dan organisasi internasional lainnya. Sebagai informasi, per 19 Agustus 2022, anggaran KUR pertanian telah berhasil dimanfaatkan hingga Rp79,3 triliun dari target Rp90 triliun.
KUR Pertanian sendiri merupakan terobosan Presiden Jokowi untuk meningkatkan produktivitas di sektor pertanian. Apalagi, porsi kredit bermasalah selama ini relatif rendah, yakni hanya 0,03%.
Hal ini berdampak sangat signifikan terhadap peningkatan produktivitas di sektor ini. Karena itu, menurut Syakhrul, program ini harus dilanjutkan.
Peran sektor pertanian
Menurut Mentan, peran sektor pertanian sangat penting dalam mendukung industri dan perputaran ekonomi. Pertanian tidak hanya mempengaruhi kepuasan konsumsi makanan, tetapi juga kesehatan dan pekerjaan.
Sehingga peningkatan anggaran CSD untuk sektor pertanian juga dinilai sangat perlu.
“Pertanian harus lebih berkembang dan lebih mandiri untuk dirinya sendiri dan rakyatnya. Artinya, harus ada yang menanam, mengolah, dan menjualnya,” kata Menteri Pertanian Syahrul Limpo.
Nah, target alokasi KUR sendiri hampir selalu meningkat setiap tahunnya. Tahun ini sudah mencapai 470 triliun rupiah, sehingga dimungkinkan untuk menambah anggaran KUR Pertanian, begitu juga dengan plafonnya.
Baca juga: Eric Tohir menawarkan KUR tanpa bunga untuk usaha mikro
Program taksi Alsintan senilai Rs 1,98 miliar
KUR juga menangani alat dan mesin pertanian (Alsitan).
Oleh karena itu, program Taksi Alsitan merupakan program yang diperjuangkan. Tujuan dari program ini adalah agar petani lebih mandiri dalam penyediaan peralatan pertanian.
Singkatnya, program ini merupakan model pengelolaan bisnis jasa alsitan dengan sistem sewa atau kepemilikan.
Lebih detail, direktur Alasitan Rahmanto mengatakan: “Taksi Alsintan memiliki layanan sewa mobil Alsintan, servis mobil, dan suku cadang.”
Berikut ini termasuk dalam satu paket:
- 2 unit traktor roda 4
- 5 unit suguhan roda 2
- 3 unit pembudidaya
- 5 unit pompa air
- 5 penyemprot tangan dan
- 2 unit pemanen gabungan
Rahmanto juga mengatakan, plafon skema KUR Taksi Alsintan sebesar Rp 500 juta. Uang muka atau DP sekitar 30% dan 6% per tahun.
Namun, ada harapan plafon KUR ini bisa meningkat menjadi 1,9 miliar ke depannya. Dimana masyarakat hanya perlu menyiapkan uang muka sebesar 29% dan 3% per tahun.
Pengembangan program taksi Alsintan
“Paket unit Taksi Alsintan ini standar yang harus dipenuhi, tapi tidak melihat dan tergantung kebutuhan Alsintan tergantung lokasi pusat dimana poktan atau hapoktan itu berada,” kata Rahmanto.
Satu paket Taksi Alsintan diharapkan dapat mencakup setidaknya 150 hektar lahan. Dengan demikian, program ini rencananya akan dikembangkan di 500 kabupaten/kota dengan 4 unit Taksi Alsintan di setiap kabupaten/kota. Jadi kalau dihitung-hitung, biayanya bisa mencapai Rp 3,97 triliun.
Dalam pengembangan program Taksi Alsintan akan ada 3 zona yaitu zona hijau, kuning dan merah. Zona hijau merupakan sentra produksi padi di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, NTV, dan Kalimantan Selatan.
Baca juga, Jangan Salah! Ini Beda KUR dengan Kupedes BRI 2023
Sedangkan zona kuning meliputi Aceh, Jambi, Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara. Terakhir, zona merah meliputi Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, NTT, Papua, dan Papua Barat.
Program ini akan dilaksanakan secara selektif, partisipatif, bertahap dan berkesinambungan. Mentan menambahkan, tim tersebut akan beranggotakan perwakilan pengusaha, termasuk Gapoktan dan pengusaha lokal.
penutup
Kementerian Pertanian sendiri optimis perbankan mampu membantu dan mendukung percepatan modernisasi pertanian. Apalagi saat ini bank-bank pendukung Alsintan melalui KUR sudah mendapat lampu hijau.
“Petani tidak perlu khawatir lagi untuk mendapatkan Alsintan. Dukungan dari bank ini akan sangat bermanfaat. Kami berharap petani bisa mendapatkan hasil maksimal dari ini,” kata Menteri Syahrul Limpo.